Articles by "Lain-lain"
Showing posts with label Lain-lain. Show all posts


Senja itu bukan hanya tentang sebuah nama
Senja memiliki banyak makna
Kamu tahu kenapa??
Karena saat senja peran mentari tergantikan oleh rembulan
Sehingga tercipta cahaya yang begitu menawan

Banyak yang tidak menyadari
Bahwa cahaya senja sering nikmati
Merekapun tidak sadar pernah merasakan
Sebenarnya cahaya senja itu menghangatkan

Sering kali yang mereka rasakan itu dingin
Padahal perasaan mereka itu meleset
Karena yang dingin itu sikap si dia
Yah...bawa perasaan mulu sih!!



Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Banyak dari kita yang sering bertanya-tanya, Apakah berkumur disaat kita sedang berpuasa dapat membatalkan puasa kita? Mari simak beberapa penjelan berikut.

Ibnu Taimiyah rahimahullah menyatakan, yang artinya :

أَمَّا الْمَضْمَضَةُ وَالِاسْتِنْشَاقُ فَمَشْرُوعَانِ لِلصَّائِمِ بِاتِّفَاقِ الْعُلَمَاءِ . وَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالصَّحَابَةُ يَتَمَضْمَضُونَ وَيَسْتَنْشِقُونَ مَعَ الصَّوْمِ . لَكِنْ قَالَ لِلَقِيطِ بْنِ صَبِرَةَ : ” { وَبَالِغْ فِي الِاسْتِنْشَاقِ إلَّا أَنْ تَكُونَ صَائِمًا } فَنَهَاهُ عَنْ الْمُبَالَغَةِ ؛ لَا عَنْ الِاسْتِنْشَاقِ

Sumber https://rumaysho.com/11256-bolehkah-berkumur-kumur-saat-puasa.html
“Adapun berkumur-kumur dan beristinsyaq (menghirup air dalam hidung) disyari’atkan (dibolehkan) bagi orang yang berpuasa dan hal ini disepakati oleh para ulama. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat juga berkumur-kumur dan beristinsyaq ketika berpuasa. Akan tetapi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam katakan pada Laqith bin Shabirah, “Bersungguh-sungguhlah dalam beristinsyaq (menghirup air dalam hidung) kecuali jika engkau berpuasa.”Yang dilarang saat puasa di sini adalah dari berlebih-lebihan ketika istinsyaq.” (Majmu’ah Al Fatawa, 25: 266)

Serius dalam berkumur-kumur saat wudhu merupakan bagian dari kesempurnaan wudhu. Ketika berwudhu hal itu disunnahkan kecuali saat berpuasa. Hal ini diisyaratkan dalam hadits Laqith bin Shabirah radhiyallahu ‘anhu, yaitu :
   " Muhammad bin Al-Khatib Asy-Syarbini rahimahullah menjelaskan bahwa mubalaghah (berlebih-lebihan atau serius) dalam berkumur-kumur adalah dengan memasukkan air hingga ujung langit-langit mulut, serta mengenai sisi gigi dan gusi." (Mughnil Muhtaj, 1: 101)

Kalau kita teliti hadits-hadits nabi, kita akan menemukan beberapa riwayat yang justru membolehkan seseorang berkumur, asalkan tidak berlebihan sehingga benar-benar ada yang masuk ke dalam rongga tubuh.

Di riwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: Dari Umar bin Al-Khatab ra. berkata, 
    “Suatu hari aku beristirahat dan mencium isteriku sedangkan aku berpuasa. Lalu aku datangi nabi SAW dan bertanya,
   “Aku telah melakukan sesuatu yang fatal hari ini. Aku telah mencium dalam keadaan berpuasa.”
Rasulullah SAW menjawab,
    “Tidakkah kamu tahu hukumnya bila kamu berkumur dalam keadaan berpuasa?”
Aku menjawab,
    “Tidak membatalkan puasa.”
Rasulullah SAW menjawab,
    “Maka mencium itu pun tidak membatalkan puasa.” 
(HR Ahmad dan Abu Daud)

Selain itu juga ada hadits lain yang juga seringkali ditetapkan oleh para ulama sebagai dalil kebolehan berkumur pada saat berpuasa.
Dari Laqith bin Shabrah ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sempurnakanlah wudhu’, dan basahi sela jari-jari, perbanyaklah dalam istinsyak (memasukkan air ke hidung), kecuali bila sedang berpuasa.” (HR Arba’ah dan Ibnu Khuzaemah menshahihkannya).
Meski hadits ini tentang istinsyaq (memasukkan air ke hidung), namun para ulama menyakamakan hukumnya dengan berkumur.
 
Intinya, yang dilarang hanya apabila dilakukan dengan berlebihan, sehingga dikhawatirkan akan terminum.
Sedangkan bila istinsyaq atau berkumur biasa saja sebagaimana umumnya, maka hukumnya tidak akan membatalkan puasa.

Maka dengan adanya dua dalil ini, logika kita untuk mengatakan bahwa berkumur itu membatalkan puasa menjadi gugur dengan sendirinya.
Sebab yang menetapkan batal atau tidaknya puasa bukan semata-mata logika kita saja, melainkan logika pun tetap harus mengacu kepada dalil-dalil syar’i yang ada.

Tapi jangan karena sudah mengetahui dalil maka menjadikannya sebagai bahan mainan, seperti terus-terusan berkumur. Jangan kaya bocahh!!

Semoga bermanfaat bagi kita. aaminn
Arigatto :)
“Adapun berkumur-kumur dan beristinsyaq (menghirup air dalam hidung) disyari’atkan (dibolehkan) bagi orang yang berpuasa dan hal ini disepakati oleh para ulama. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat juga berkumur-kumur dan beristinsyaq ketika berpuasa. Akan tetapi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam katakan pada Laqith bin Shabirah, “Bersungguh-sungguhlah dalam beristinsyaq (menghirup air dalam hidung) kecuali jika engkau berpuasa.[1] Yang dilarang saat puasa di sini adalah dari berlebih-lebihan ketika istinsyaq.” (Majmu’ah Al Fatawa, 25: 266)

Sumber https://rumaysho.com/11256-bolehkah-berkumur-kumur-saat-puasa.html
“Adapun berkumur-kumur dan beristinsyaq (menghirup air dalam hidung) disyari’atkan (dibolehkan) bagi orang yang berpuasa dan hal ini disepakati oleh para ulama. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat juga berkumur-kumur dan beristinsyaq ketika berpuasa. Akan tetapi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam katakan pada Laqith bin Shabirah, “Bersungguh-sungguhlah dalam beristinsyaq (menghirup air dalam hidung) kecuali jika engkau berpuasa.[1] Yang dilarang saat puasa di sini adalah dari berlebih-lebihan ketika istinsyaq.” (Majmu’ah Al Fatawa, 25: 266)

Sumber https://rumaysho.com/11256-bolehkah-berkumur-kumur-saat-puasa.html

“Adapun berkumur-kumur dan beristinsyaq (menghirup air dalam hidung) disyari’atkan (dibolehkan) bagi orang yang berpuasa dan hal ini disepakati oleh para ulama. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat juga berkumur-kumur dan beristinsyaq ketika berpuasa. Akan tetapi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam katakan pada Laqith bin Shabirah, “Bersungguh-sungguhlah dalam beristinsyaq (menghirup air dalam hidung) kecuali jika engkau berpuasa.[1] Yang dilarang saat puasa di sini adalah dari berlebih-lebihan ketika istinsyaq.” (Majmu’ah Al Fatawa, 25: 266)

Sumber https://rumaysho.com/11256-bolehkah-berkumur-kumur-saat-puasa.html


[Verse]
C                  Bm
aku kesal dengan jarak
Am                     G
yang sering memisahkan kita
F                  Em
hingga aku hanya bisa
Dm                     G
berbincang denganmu di whatsapp

C                   Bm
aku kesal dengan waktu
Am                    G
yang tak mau berhenti bergerak
F            Em
ba..rang sejenak
        Dm             G
agar ku bisa menikmati tawamu

 Am              C
ingin ku berdiri di sebelahmu
    Am           C
menggenggam erat jari-jarimu
   Am             C
mendengarkan lagu Sheila On 7
     Dm                  G
seperti waktu itu.. saat kau disisiku

          C           G
dan tunggulah aku disana
       Am              G
memecahkan celengan rinduku
      F                    Em
berboncengan denganmu mengeliligi kota
     Dm                  G
menikmati surya perlahan menghilang

    C              G
hingga kejamnya waktu
           Am            G
menarik paksa kau dari pelukku
     F                Em
lalu kita kembali menabung rasa rindu
       Dm                  G
saling mengirim doa sampai nanti sayangku

[Interlude]
C - Bm - Am - G

C                  Bm
jangan matikan hapemu
Am                G
kau tau aku benci khawatir
F                   Em
saat kau tak mengabari
Dm                G
aku tak suka bertanya-tanya

 Am            C
ingin ku bakar dia yang sering
   Am               C
mensyen-mensyenan denganmu di twitter
  Am            C
namun kau slalu meyakinkanku
       Dm                     G
tuk tumbuhkan percaya.. bukan rasa curiga

          C           G
dan tunggulah aku disana
       Am              G
memecahkan celengan rinduku
      F                    Em
berboncengan denganmu mengeliligi kota
     Dm                  G
menikmati surya perlahan menghilang

    C              G
hingga kejamnya waktu
           Am            G
menarik paksa kau dari pelukku
     F                Em
lalu kita kembali menabung rasa rindu
       Dm                  G
saling mengirim doa sampai nanti sayangku

[Interlude]
C - Bm - Am

[Outro]
       Dm   G    C
hingga kita bertemu
no image
INTRO: D  E  A  D  A  E  A
     D  A  E

A         E        D                  A
Izinkanlah kukecup keningmu
 D                   A        B          E
Bukan hanya ada di dalam angan
A            E       D               A
Esok pagi kau buka jendela
D                 A      E                          A    D
Kan kau dapati seikat kembang merah

no image
INTRO : G C G Dm G C G

G                               C
Jujur saja ku tak mampu
D                      G     D   Em
hilangkan wajahmu dihatiku
                                   C
meski malam mengganggu
D                       G    D       Em
hilangkan senyummu dimataku
Am      D                         G
ku sadari aku cinta padamu


1. Murai Batu Medan


Murai Batu Medan merupakan jenis burung murai bakalan yang paling mahal diantara jenis burung murai lainnya. Burung yang satu ini memiliki jenis fisik dan ciri-ciri khusus yang paling mencolok yaitu jika dilihat dari panjang ekor. Murai batu medan mempunyai ekor yang paling panjang, Ukuran panjang ekor bervariasi mulai dari 25cm hingga 35cm. Dari jenis gaya tarungnya murai medan memiliki mental fighter dengan karakter menaik turunkan ekor panjangnya.

no image

Para kicau mania pasti sangat jengkel ketika burung tidak tampil maksimal saat di adukan/di lombakan, apalagi jika anda penghobi burung kacer. Burung kacer merupakan burung fighter, burung ini pasti langsung bunyi jika sudah melihat lawan. Kita pasti sangat senang melihat burung kacer kita tampil apik di lapangan, tapi sangat kecewa ketika di tengah perjalanan justru burung kacer kesayangan kita malah mbagong. Mungkin karena cara perawatan atau pemberian pakan yang kurang tepat. Mungkin begini lah beberapa tips mengatasi kacer mbagong :
no image

Ternyata tidak selamanya hujan yang mengguyur bumi harus dihindari oleh penggemar burung dengan burung kesayangannya. Ketika turun hujan, burung akan tampak rajin berkicau menyambutnya termasuk juga burung bakalan. Hujan memang bisa menjadi terapi penghilang stress yang baik bagi burung kicauan. Tapi tahukah anda, bahwa ada manfaat lain dari air hujan yang turun dari langit untuk burung kesayangan

Ada banyak manfaat yang bisa di dapat ketika burung terkena air hujan atau hujan-hujanan, di antaranya adalah :

no image

1.     Memandikan Sampai Basah Kuyup
Perawatan lovebird harian yang berupa pemandian sampai basah kuyup, ternyata bisa memicu stamina burung, sehingga sangat memungkinkan kalau nantinya mampu membuatnya jadi ngekek panjang. Untuk waktu proses pemandian sendiri tidak jauh berbeda dengan jam memandikan burung berkicau jenis lain pada umumnya, yaitu di pagi dan siang hari. Namun karena mandi burung dilakukan sampai ia basah kuyup, maka ada baiknya jika dilaksanakan tepat waktu, dimana setelah dimandikan burung harus sempat dijemur atau terkena sinar matahari. Disamping itu memandikan burung bisa dengan cara disemprot menggunakan sprayer ataupun melalui keramba mandi.