Articles by "Agama"
Showing posts with label Agama. Show all posts

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Banyak dari kita yang sering bertanya-tanya, Apakah berkumur disaat kita sedang berpuasa dapat membatalkan puasa kita? Mari simak beberapa penjelan berikut.

Ibnu Taimiyah rahimahullah menyatakan, yang artinya :

أَمَّا الْمَضْمَضَةُ وَالِاسْتِنْشَاقُ فَمَشْرُوعَانِ لِلصَّائِمِ بِاتِّفَاقِ الْعُلَمَاءِ . وَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالصَّحَابَةُ يَتَمَضْمَضُونَ وَيَسْتَنْشِقُونَ مَعَ الصَّوْمِ . لَكِنْ قَالَ لِلَقِيطِ بْنِ صَبِرَةَ : ” { وَبَالِغْ فِي الِاسْتِنْشَاقِ إلَّا أَنْ تَكُونَ صَائِمًا } فَنَهَاهُ عَنْ الْمُبَالَغَةِ ؛ لَا عَنْ الِاسْتِنْشَاقِ

Sumber https://rumaysho.com/11256-bolehkah-berkumur-kumur-saat-puasa.html
“Adapun berkumur-kumur dan beristinsyaq (menghirup air dalam hidung) disyari’atkan (dibolehkan) bagi orang yang berpuasa dan hal ini disepakati oleh para ulama. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat juga berkumur-kumur dan beristinsyaq ketika berpuasa. Akan tetapi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam katakan pada Laqith bin Shabirah, “Bersungguh-sungguhlah dalam beristinsyaq (menghirup air dalam hidung) kecuali jika engkau berpuasa.”Yang dilarang saat puasa di sini adalah dari berlebih-lebihan ketika istinsyaq.” (Majmu’ah Al Fatawa, 25: 266)

Serius dalam berkumur-kumur saat wudhu merupakan bagian dari kesempurnaan wudhu. Ketika berwudhu hal itu disunnahkan kecuali saat berpuasa. Hal ini diisyaratkan dalam hadits Laqith bin Shabirah radhiyallahu ‘anhu, yaitu :
   " Muhammad bin Al-Khatib Asy-Syarbini rahimahullah menjelaskan bahwa mubalaghah (berlebih-lebihan atau serius) dalam berkumur-kumur adalah dengan memasukkan air hingga ujung langit-langit mulut, serta mengenai sisi gigi dan gusi." (Mughnil Muhtaj, 1: 101)

Kalau kita teliti hadits-hadits nabi, kita akan menemukan beberapa riwayat yang justru membolehkan seseorang berkumur, asalkan tidak berlebihan sehingga benar-benar ada yang masuk ke dalam rongga tubuh.

Di riwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: Dari Umar bin Al-Khatab ra. berkata, 
    “Suatu hari aku beristirahat dan mencium isteriku sedangkan aku berpuasa. Lalu aku datangi nabi SAW dan bertanya,
   “Aku telah melakukan sesuatu yang fatal hari ini. Aku telah mencium dalam keadaan berpuasa.”
Rasulullah SAW menjawab,
    “Tidakkah kamu tahu hukumnya bila kamu berkumur dalam keadaan berpuasa?”
Aku menjawab,
    “Tidak membatalkan puasa.”
Rasulullah SAW menjawab,
    “Maka mencium itu pun tidak membatalkan puasa.” 
(HR Ahmad dan Abu Daud)

Selain itu juga ada hadits lain yang juga seringkali ditetapkan oleh para ulama sebagai dalil kebolehan berkumur pada saat berpuasa.
Dari Laqith bin Shabrah ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sempurnakanlah wudhu’, dan basahi sela jari-jari, perbanyaklah dalam istinsyak (memasukkan air ke hidung), kecuali bila sedang berpuasa.” (HR Arba’ah dan Ibnu Khuzaemah menshahihkannya).
Meski hadits ini tentang istinsyaq (memasukkan air ke hidung), namun para ulama menyakamakan hukumnya dengan berkumur.
 
Intinya, yang dilarang hanya apabila dilakukan dengan berlebihan, sehingga dikhawatirkan akan terminum.
Sedangkan bila istinsyaq atau berkumur biasa saja sebagaimana umumnya, maka hukumnya tidak akan membatalkan puasa.

Maka dengan adanya dua dalil ini, logika kita untuk mengatakan bahwa berkumur itu membatalkan puasa menjadi gugur dengan sendirinya.
Sebab yang menetapkan batal atau tidaknya puasa bukan semata-mata logika kita saja, melainkan logika pun tetap harus mengacu kepada dalil-dalil syar’i yang ada.

Tapi jangan karena sudah mengetahui dalil maka menjadikannya sebagai bahan mainan, seperti terus-terusan berkumur. Jangan kaya bocahh!!

Semoga bermanfaat bagi kita. aaminn
Arigatto :)
“Adapun berkumur-kumur dan beristinsyaq (menghirup air dalam hidung) disyari’atkan (dibolehkan) bagi orang yang berpuasa dan hal ini disepakati oleh para ulama. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat juga berkumur-kumur dan beristinsyaq ketika berpuasa. Akan tetapi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam katakan pada Laqith bin Shabirah, “Bersungguh-sungguhlah dalam beristinsyaq (menghirup air dalam hidung) kecuali jika engkau berpuasa.[1] Yang dilarang saat puasa di sini adalah dari berlebih-lebihan ketika istinsyaq.” (Majmu’ah Al Fatawa, 25: 266)

Sumber https://rumaysho.com/11256-bolehkah-berkumur-kumur-saat-puasa.html
“Adapun berkumur-kumur dan beristinsyaq (menghirup air dalam hidung) disyari’atkan (dibolehkan) bagi orang yang berpuasa dan hal ini disepakati oleh para ulama. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat juga berkumur-kumur dan beristinsyaq ketika berpuasa. Akan tetapi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam katakan pada Laqith bin Shabirah, “Bersungguh-sungguhlah dalam beristinsyaq (menghirup air dalam hidung) kecuali jika engkau berpuasa.[1] Yang dilarang saat puasa di sini adalah dari berlebih-lebihan ketika istinsyaq.” (Majmu’ah Al Fatawa, 25: 266)

Sumber https://rumaysho.com/11256-bolehkah-berkumur-kumur-saat-puasa.html

“Adapun berkumur-kumur dan beristinsyaq (menghirup air dalam hidung) disyari’atkan (dibolehkan) bagi orang yang berpuasa dan hal ini disepakati oleh para ulama. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat juga berkumur-kumur dan beristinsyaq ketika berpuasa. Akan tetapi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam katakan pada Laqith bin Shabirah, “Bersungguh-sungguhlah dalam beristinsyaq (menghirup air dalam hidung) kecuali jika engkau berpuasa.[1] Yang dilarang saat puasa di sini adalah dari berlebih-lebihan ketika istinsyaq.” (Majmu’ah Al Fatawa, 25: 266)

Sumber https://rumaysho.com/11256-bolehkah-berkumur-kumur-saat-puasa.html

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Kamu ingin tetep sehat ketika melaksanaan ibadah puasa di bulan Ramadhan? Nyong akan memberikan beberapa tips atau cara untuk kita semua. Mari menyimak 8-)

1. Menghindari Tidur Setelah Sahur
    Kebiasaan orang indonesia adalah bangun untuk makan sahur terlalu awal, sehingga mereka tertidur kembali setelah makan sahur karena merasa mengantuk. Tertidur setelah sahur akan membuat kita merasa lemas di siang hari, kenapa? Karena ketika kita tidur, ada sejumlah kalori yang terbakar.
    Karena kebiasaan itu juga, tak jarang kita tertinggal shalat Subuh tepat waktu. Maka dari itu, mari kita hindari kebiasaan tidur setelah makan sahur.

2. Jangan Malas
    Puasa bukan berarti membuat kita dapat bermalas-malasan, karena bermalas-malasan sendiri tidak dianjurkan dalam Islam. Tetap melakukan aktifitas seperti biasanya, tentu saja kita harus melakukan aktifitas positif dan karena Allah SWT agar aktifitas kita dapat mendatangkan pahala. aamiin

3. Usahakan Tidur dengan Cukup
    Pada saat tidur, sel-sel otot dan organ tubuh akan beristirahat sehingga dapat pulih kembali. Tidur siang di bulan Ramadhan juga merupakan hal yang baik, selama tidur kita tidak berlebihan.
    Tidur berlebihan juga tidak baik, karena dapat menyebabkan tubuh lemas dan tidak segar.

4. Menyegerakan Berbuka
    Berbukalah dengan segera ketika sudah masuk waktu untuk berbuka, karena menyegerakan berbuka juga merupakan sunnah Rasulullah SAW. Dari Sahl bin Sa'ad bahwa Rasulullah SAW bersabda :
                 "Umat manusia akan tetap baik selama mereka menyegerakan buka puasa"
    Ketika berbuka juga kita dianjurkan untuk terlebih dahulu memakan makanan yang manis. Jika memang tidak ada makanan yang manis saat berbuka, kalian dapat makan sambil memandang potret saya. wkwk
    Kenapa makanan manis? Karena perut akan lebih menerima makanan yang manis ketika perut dalam keadaan kosong.

5. Konsumsilah Makanan Berserat
    Perbanyaklah mengkonsumsi makanan berserat seperti sayur-sayuran dan buah-buahan. Kandungan air pada makanan berserat cukup tinggi sehingga dapat menahan rasa lapar lebih lama.

6. Perbanyak Air Putih
    Perbanyaklah minum air putih agar kita terhindar dari dehidrasi atau kekeringan pada tubuh pada saat melakukan aktifitas di siang hari. Cukupilah kebutuhan air dalam tubuh, yaitu dengan meminum air putih 8gelas sehari.
    Pada saat puasa, kita dapat melakukannya dengan cara :
       a. 2 gelas pada saat sahur
       b. 2 gelas pada saat berbuka
       c. 2 gelas setelah shalat Tarawih
       d. dan 2 gelas sebelum tidur.

7. Tetaplah Berolahraga
     Olahraga merupakan kunci agar tubuh kita tetap sehat dan bugar, dan lagi melakukan aktivitas olahraga ketika berpuasa akan merangsang tubuh untuk mengeluarkan hormon insulin yang dapat menurunkan kadar gula darah dalam tubuh kita.
     Olahraga juga merupakan solusi yang dapat kita lakukan ketika kita merasakan kantuk pada pagi hari. Kita dapat melakukan beberapa olahraga ringan pada saat berpuasa, seperti: senam pagi, jogging, bersepeda, dan masih banyak lagi pilihan olahraga yang dapat kita lakukan.

Sekian, semoga artikel kali ini dapat bermanfaat bagi kita semua aamiin. Arigatto :)

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Nyong  menulis artikel ini agar kita bersama-sama dapat lebih dekat lagi dengan Allah SWT. aamiin :)

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah, bagi umat Islam sendiri bulan ini merupakan bulan yang sangat istimewa karena bulan ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan ampunan. Pada bulan ini setiap pahala kebaikan akan dilipat gandakan, setiap dosa akan diampuni jika seorang hamba kembali kepada Allah SWT yaitu dengan bertobat dengan sungguh-sungguh.

Namun Bulan Ramadhan akan terasa sangat singkat bagi kita, maka dari itu kita jangan sampai melewakan ramadhan tahun ini dengan tidak mendapatkan apa-apa kecuali hanya lapar dan haus, seperti yang telah diriwayatkan pada hadist Ath-Thahbrani :
    "Betapa banyak orang berpuasa yang tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali hanya menahan lapar dan dahaga saja." (HR. Ath-Thahbrani)

Nah...kita juga harus mengetahui amalan-amalan apa saja yang dapat kita lakukan pada bulan ramadhan agar kita bersama-sama dapat melewati ramadhan tanpa penyeselan.

1. Puasa Bulan Ramadhan
    Puasa di bulan ramadhan hukumnya wajib bagi umat muslim yang telah memenuhi syarat untuk berpuasa. Puasa di bulan Ramadhan tidak hanya bisa menambah pahala, namun juga bisa menghapus dosa-dosa yang telah kita perbuat.
    Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu akan diampuni." (HR. Bukhari no. 38 dan HR. Muslim no. 760)

2. Qiyam Ramadhan (Shalat Tarawih)
    Shalat Tarawih merupakan Ibadah Spesial kareana hanya ada pada bulan Ramadhan. Selain bisa mendapatkan pahala, shalat Tarawih juga dapat mempererat lagi silaturahmi dengan tetangga. Karena setelah selesai mengikuti ibadah shalat Tarawih berjamaah di masjid, kita dapat berbincang-bincang terlebih dahulu.
    Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan (shalat tarawih) karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni." (HR. Bukhari no. 37 dan HR. Muslim no. 759)

3. Shalat Malam Khususnya Pada Malam Lailatul Qadar
    Shalat malam (tahajjud) adalah satu amaliyah yang sangat ditekankan Oleh Nabi Muhammad SAW, terutama pada bulan Ramadhan karena kita semua tau bulan ini adalah bulan penuh ampunan. 
    Hal ini didasari pada hadits nabi yang diriwayatkan oleh 'Aisyah RA, yaitu: "Jangan tinggalkan shalat malam, karena sesungguhnya Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkannya. Apabila beliau sakit atau melemah maka beliau shalat dengan duduk." (HR. Abu Dawud  & Ahmad)
“Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik. Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.” [QS. Al-Furqan: 63-64]

Sumber: https://www.tongkronganislami.net/ibadah-utama-bulan-ramadhan/
Nabi Muhammad SAW tidak pernah melewakan ibadah ini walaupun bukan dalam bulan Ramadhan, maka dari itu mari kita bersama-sama berlajar membiasakan diri melaksanakan shalat malam. :)

4. Membaca Al Qur'an
    Membaca Al Qu'ran akan membuat bulan Ramadha terasa lebih istimewa karena Al Qu'ran pertama kali turun pada bulan suci Ramadhan. Makanya, sangat dianjurkan untuk membaca Al Qur'an sebagai amalan bulan Ramadhan. Bahkan, saking spesialnya, satu huruf Al Qur'an yang dibaca dihitung sebagai satu kebaikan.
    "Barangsiapa membaca satu huruf dari kita Allah maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu; tetapi alif satu hutuf; lam satu huruf dan mim satu huruf." (HR. At-Tarmidzi)

5. Zakat Fitrah
    Zakat Fitrah di penghujung Ramadhan juga adalah sebab mendapatkan ampunan Allah. Zakat Fitrah akan menutupi kesalahan berupa kata-kata kotor dan sia-sia.
   "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam  mewajibkan zakat fitrah untuk menyucikan orang yang berpuasa dari kata-kata yang sia-sia dan kata-kata keji, dan juga untuk memberi makan pada orang miskin. Barangsiapa yang menunaikannya sebelum shalat maka zakatnya diterima dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat maka itu hanya dianggap sebagai sedekah di antara berbagai sedekah." (HR. Abu Daud no. 1609 dan ibnu Majah no. 1827. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita. Arigatto :)
Zakat fitrah di penghujung Ramadhan, itu juga adalah sebab mendapatkan ampunan Allah. Karena zakat fitrah akan menutupi kesalahan berupa kata-kata kotor dan sia-sia. Ulama-ulama terdahulu mengatakan bahwa zakat fitrah adalah bagaikan sujud sahwi (sujud yang dilakukan ketika lupa, pen.) dalam shalat, yaitu untuk menutupi kekurangan yang ada. (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 377)

Sumber https://rumaysho.com/11211-5-amalan-pelebur-dosa-di-bulan-ramadhan.html
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Sumber https://rumaysho.com/11211-5-amalan-pelebur-dosa-di-bulan-ramadhan.html

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Sumber https://rumaysho.com/11211-5-amalan-pelebur-dosa-di-bulan-ramadhan.html
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Sumber https://rumaysho.com/11211-5-amalan-pelebur-dosa-di-bulan-ramadhan.html
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Sumber https://rumaysho.com/11211-5-amalan-pelebur-dosa-di-bulan-ramadhan.html
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Sumber https://rumaysho.com/11211-5-amalan-pelebur-dosa-di-bulan-ramadhan.html